Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

PUISI TENTANGKU TENTANGMU

Selasa, 18 Oktober 2011

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA


Seperti melihat dunia

Kutersenyum dengan seribu mimpi

Tandus jalan kulalui dengan hati yang bahagia

Takkan ada lelah

Takkan ada resah

Saat kau hadir semua menjadi begitu indah

Ada gelak tawa, ada senyum yang menawan

Kutak tahu mengapa

Kau begitu istimewa

Kembali kumelangkah menciptakan jejak jejak kerinduan masa lalu

Lagi lagi kau datang

Mengobati rindu itu sendiri

Kutak tahu lagi

Bagaimana akukan berpaling dari semua ini

Rasa ini,

Temaniku sepanjang jalan

Kadang resah, gundah,, namun penuh harapan

Akan tiba waktu saat tiba sebuah jawaban

Aku percaya

Kadang kuingin pergi

Namun hati tak bisa

Berdusta aku tak mampu

Lalu kuberjanji akan tetap bertahan

Tak peduli waktu

Karena aku mencintaimu

Kutetap melangkah

Jejaki hari yang kian layu

Tetap tegak aku berdiri

Ada kamu dan aku bahagia

Akankah luka?

Aku tak tahu dan aku tak mau tahu

Peduli apa?

Karena cinta itu buta

Bila kau usir aku pulang

Kutetap akan disini

Aku peduli dan tak butuh balasan

Biarkan aku curahkan rasa

Demi hati aku tetap di sini

Jika malam datang

Kutak percaya ada seribu bintang

Bila kau sendiri dan tak ada yang menemani

Adilkah ini?

Kubutuh kamu

Kau semangat

Bahkan pelita dalam gelap

Jika kau pergi

Akan gelap jalan yang kulalui

Sekali lagi aku melangkah

Ingin sendiri dan tetap tak bisa

Terlanjur sudah kubutuh kamu

Seperti candu

Kutak bisa lagi sendiri

Seberat inikah siksa cinta

Aku tak percaya

Karena tokh disini tetap ada bahagia

Walau kadang bimbang dan ingin pulang

Namun kutetap melangkah dan bertahan

Masih jauh perjalanan

Dan aku masih tak lelah

Tuhan beri aku petunjuk

biar tak tersesat aku di sini

kubutuh cahaya

maka hadirlah engkau sekali lagi

Tetap berjalan dengan kesendirian

Walau kadang kudengar suara kau

Kala lelah karenamu kuberlari

Kukejar mimpi biar menjadi nyata

Kutunjukkan padamu

Bahwa kau semangat yang takkan hilang

Bila kau masih tak mengerti

Kutetap rela menunggu disini

18 oktober 2011/17:56

PUISI SPESIAL PAKE TELOR

Jumat, 07 Oktober 2011

20 puisi ini dibuat dalam waktu 1 jam,,,,, untuk kamu,,,,,, untuk kamu,,,,, !!!!!

SENDIRI

Sendiri lagi

Kuberdiri dan tahu pasti

Duni takkan begini bila kau di sini

Rembulan hiasi langit tak bertepi

Kubernyanyi namun tak bersuara lagi

Kemana kau?

Suara datangkan ia di sini

Sungguh telah tercipta seutas rindu

Yang menjerat sanubariku

Tanpamu

07-10-11/18:33

HARI ITU

Hari itu

Seperti mentari

Kumelihat cerah dalam tatap matamu

Hari itu

Seperti angin

Kumerasakan hembusan lembut dari hatimu

Hari itu

Seperti puisi

Kumendengar kau berujar lembut sekali

Hari itu

Kau benar-benar mencuri hatiku

07-10-11/18:35

TANYA

Entah apa itu?

Sesuatu yang menggetarkan hatiku kala di dekatmu

Entah apa itu?

Sesuatu yang menjadikan aku merindu kala kau tak disisiku

Cintakah?

Hmmm,,, aku tak percaya

Kutahu kita berbeda

Mungkinkah cinta tumbuh di hatimu?

Ah, aku juga tak peduli

Tokh siapapun kamu,,, siapapun aku

Yang aku tahu, aku ingin selalu di dekatmu

07-10-11/18:39

KUTAHU, KUTAK PERCAYA

Bila malam

Kumendengar nyanyian kecil dari surga

Dan aku tak percaya

Karena kutahu, taka ada yang bernyanyi di sana

Bila malam

Kumelihat rembulan bercahya perak di angkasa raya

Namun aku tak percaya

Karena kutahu, itu bukan cahayanya

Aku tahu,

Bidadari yang bernayanyi itu ada disisiku, itu kamu

Cahaya itu adalah cahayamu

**Tettttttttt (Disensor)

07-10-11/18:43

TANYAKU PADA TUHAN

Tuhan

Izinkan kubertanya

Kenapa kami kau ciptakan berbeda?

Tuhan

Sekali lagi kubertanya

Kenapa perbedaan menjadikan kami tak bisa bersama?

Tuhan

Sungguh kubersujud pada-Mu

Mengharap kebaikan kau anugerahi padaku

Padanya

Tunjukkan sesuatu yang kami sebut mukjizat

Karena kutahu

Engkau Maha Kuasa

07-10-11/18:45

SESUATU YANG AKU SEBUT ITU CINTA

Sesuatu yang kusebut cinta

Terkadang tak kukenali

Tak kupanggil ia datang sendiri

Sesuatu yang kusebut itu cinta

Menjadikan aku sekuat baja

Lalu kadang rapuh tak kuasa

Sesuatu yang kusebut itu cinta

Menghadirkan kau untuk hidupku

Membuatku merasa bahagia

Namun entah kapan?

Aku pasti akan terluka

07-10-11/18:48

BILA KAU PERGI

Bila datang waktu

Saat kau tak disampingku

Izinkan aku menangis dalam kesendirianku

Biarlah mereka berkata apa

Yang aku tahu

Cinta telah menjadikan aku gila

Kutak peduli

Jika kau pergi mampukah aku tetap di sini

Kau semangat

Tetaplah disampingku

Selamanya

07-10-11/18:50

BERMULA

Bermula dari sesuatu yang kita sebut “facebook”

Bermula dari sesuatu yang kita sebut “sms”

Bermula dari sesuatu yang kita sebut “sahabat”

Bermula dari sesuaru yang kita sebut “cinta”

Ini masihlah permulaan, dan kubutuh jawaban

07-10-11/18:52

KALA KAU MENAGIS

Saat air matamu berderai

Tak tahu apa yang hendak kuucap

Telah lama kutak mendengar suara tangis

Hendak aku mengusap air mata itu

Tapi aku siapa?

Aku tak berharga untukmu

Aku tak berarti

Lalu bagaimana aku harus peduli?

Kugenggam tangamu kah?

Ah, aku tetap tak mengerti

07-10-11/18:56

JANGAN BIARKAN AKU MENANGIS

“lease don’t make me cry”

Telah habis air mata

Untuk sesuatu yang kusebut itu cinta

Sebelum ini

Kuingin aku mengerti

Terlanjur sudah aku menyimpan rasa

Jangan pergi, jangan pergi

Kutak tahu lagi bagaimana harus menangis

Biarlah kau tak kumiliki

Namun hati ini selalu menanti

Kuyakin dan aku percaya

Waktunya akan tiba bila Tuhan menunjukkan kuasanya

07-10-11/19.00

TENTANG KAMU

Saat kau tertawa

Kupandangi dan aku bahagia

Karena kutahu

Engkau baik-baik saja

Kutatapi kala kau sendiri

Kutak dapat membaca arti wajah itu

Ingin kudekati

Namun aku takut

Kesendirian terkadang begitu berharga

Aku percaya, kau mampu hadapi ini semua

07-10-11/19:04

SAAT KAU BERNYANYI

Di bawah pohon rindang

Kumendengar kau bernyanyi

Merdu sekali

Dapat kurasakan

Kau memanggil hatiku yang tengah merindu

Akan cinta yang tulus seperti dulu

Ku sadar kau makhluk ajaib

Tuhan mengutusmu untuk hidupku

Walau mungkin takkan lama

Namun kuyakin Tuhan inginkan aku bahagia

07-10-11/19:07

ITU KAMU

Yang menjadikan aku tegar sekokoh batu

Itu kamu

Yang membangkitkan aku dari keterpurukan

Itu kamu

Yang membuatku percaya keajaiban itu ada

Itu kamu

Yang menciptakan kebahagiakan

Itu Tuhan

Namun kebahagiaan ku

adalah kamu

07-10-11/19:11

PERI

Tuhan kirim kamu

Sebagai peri penjaga hati

Namun aku tak mau diam sendiri

Kuberjanji, kujaga pula hatimu

07-10-11/19:13

TENTANG SEBUAH HARAPAN

Tak lelah ku akan berharap

Biar kau berpaling kutetap menanti

Kau tahu aku kokoh dalam cinta

Takkan kubergeming walau kau usir

Tak seperti Romeo

Aku bukan pemuja

Kumencintaimu dengan sederhana tanpa banyak bicara

Tak perlu aku mati

Ku tahu kau mengerti bahwa aku jatuh cinta

07-10-11/19: 17

SAAT KAU TAK DISINI

Walau kau tak di sini

Indahmu dapat kulihat kala kubermimpi

Nyanyikan lagu-lagu cinta juga membaca puisi

Dengan seulas senyum kudapat membaca arti

Aku ada untukmu menanti

07-10-11/19:20

DALAM TAJAM MATAMU

Dalam tajam matamu

Indah dapat kurasakan

Tersimpan pesona yang memikat

Entah, akau tak tahu itu apa

Dalam tajam matamu

Kumengeja resah dan gelisah

Ada harapan yang tak tersampaikan

Dan aku tetap tak tahu itu apa

Dalam tajam matamu

Aku percaya

Kau hadir untuk aku jatuh cinta

07-10-11/19:24

SCIENTIFIC LOVE

Tak ingin aku berhipotesa tentang cinta

Menerka variabel-variabel yang aku sendir tak memahami

Tak perlu pula kuanalisis secuilpun tentang cinta

Karena cinta itu nyata

Saat aku mengenalmu

07-10-11/19:24

IZINKAN AKU MENCINTAIMU

Izinkan aku mencintaimu sekali saja

Kuberjanji kau akan kujaga selamanya

Jika nanti kau tidak untukku

Kutahu luka itu sakit

namun aku siap walau asal kau bahagia

munafik?

Tidak!! karena kutahu itu yang terbaik

Percayalah, hati ini ada untuk belajar menjadikan diri lebih tangguh

Saat kau tiada

07-10-11/19: 31

AKU DAN KAU

Detik berganti

Dan aku tak percaya

Kau disisiku sekarang

Bukan siapa-siapa memang

Namun entah mengapa

Kumerasa bahagia bila kita bersama

Kuberujar ini cinta

Namun apa daya, kita berbeda

Biarlah kutulis saja ini dalam diary

Kubaca sendiri, lalu kumenangis

Peduli apa kau?

Tokh kau tak akan menjadi milikku selamanya

07-10-11/19:34

Sabtu, 13 Agustus 2011
Dari sahabat untuk sahabat
Kutulis sajak ini beriring salam hangat yang menyentuh sela-sela langit
Biarlah bumi bersaksi akan kerinduanku untuk bertemu
Walau sejuta layar kaca dibentangkan
Sungguh tak akan tergantikan
Tatap muka, tegur sapa, canda tawa
Duniaku akan tetap abu-abu bertabur rindu
Telah turun sembilan peri padaku
Yang membuatku luruh dari kebekuanku dulu
Lalu aku tersadar jarak memaksaku memendam dalam, harapanku
"i don't know, what must i do"
Semua akan tetap menjadi harapan ketika kemustahilan menjadi harga mati
Kudengar suara-suara kecil dari speaker televisi
"Ah, mereka lagi",
Kututup mataku, merasakan kerinduanku itu sekali lagi
"I'll be there for you"
Ah tidak mungkin, aku tidak mungkin menjumpaimu di sana
Karena mimpi yg menjadi nyata ternyata cuama mitos
"sembilan peri tersenyum padaku, manis sekali"
Ah, sekali lagi aku bermimpi
Namun kali ini tak kubuka mata
Biarlah disini kutawar rindu ini

Ditulis denan tulus
14.08.11/YAHYA MUHAIMIN ELCIDAMY <@TwibiBoyz>

MASIHKAH

Rabu, 20 Juli 2011
Masihkah?
Masihkah untaian dzikir ataukah sya’ir-sya’ir alunan lagu melayu yang mendayu
Masihkah tabligh akbar ataukah gelar konser yang penontonya beribu-ribu
Masihkah?
Masihkah tuhan ataukah kau lebih peduli pada harta duniamu
Tanyakanlah!

20 Agustus 2010, 10:34

MASIH ADAKAH KEMERDEKAAN ITU

Masihkah ada kemerdekaan itu,
Untuk republik yang pemimpinya hanya pandai berjanji
namun kenyataannya ambil untung sendiri
Diskusi politik menjadi ajang transaksi suap menyuap, sogok menyogok demi kelancaran urusan kotor bajingan tengik negeri ini

Masihkah ada kemerdekaan itu,
Jika rakyat lebih banyak menangis dari pada tersenyum
Karena harga komoditi melunjak akibat pemimpinnya lebih ngurusin bini dari pada urusan negeri

Masih adakah kemerdekaan itu
Ketika urusan rakyat menjelma proyek untuk mengisi kantong pribadi
Para bandar-bandar yang kemarin pasang baliho
Minta diconterng namanya
Akan membela hak rakyat katanya

17 Agustus 2010 / 21:08

CINTAKU, CINTAMU

Cintaku
Aku cinta kamu
Cintamu
Engkau cinta dia
Aku mencintaimu
Engkau mencintainya
Ketika ku bertepuk
Kau berpaling

02 September 2010/09:07

TER "RASA"

”Maaf, aku harus meninggalkanmu. Aku harus pergi untuk yang lain. Jujur Selama ini Aku menyayangimu sebagai seorang kakak, tak lebih. Jangan pernah berharap!!! Aku tak ingin membuatmu luka”

Tersayat, lukaku, berdarah
Terdiam, termenung, menangis
Kehilangan, sendiri lagi
Kau, kau, kau
Buatku sakit

Tahukah arti kekata ini?

17 Agustus 2010, 10:08

AIR MATA SUCI

Sesuci air mata yang kuteteskan
Aku tak pernah merasakan tangis seindah ini
Saat aku belajar tuk tegar
Menjadikanku seorang yang lebih baik
Yang mengerti makna cinta yang paling hakiki

Sesuci air mata ini
Kumohon jagalah hati itu

Dalam tangis untuk nurmala, 20 Juli 2010 / 24:22

AKU MENCINTAIMU

Aku mencintaimu
Sungguh, sungguh, sungguh
Bukan hanya cinta dilisanku
Namun hatiku
Jiwaku
Ragaku
Mencintaimu selalu
Bagai air aku ingin menyejukkan hatimu
Bagai angin aku akan membelai lembut tubuhmu
Kau begitu tangguh
Yang mampu merobohkan benteng hatiku
Aku sungguh tak mampu lagi bertahan
Dari dahsayatnya gempuran rasa yang menekan
Batin dan jiwaku
Sekarat karenamu
Sekarat karena cinta yang tak membuahkan kasih


22 April 2010 / 19:01

Menginginkanmu

Aku ingin bersamamu
Selamanya
Sampai maut yang dicabut
Sampai nyawa yang direnggut
Aku ingin mencintaimu
Walau aku mengerti aku tidaklah cukup baik
Untuk mencintaimu seorang sepertimu
Diriku begitu kecil
Atau bahkan hanya sampah
Yang tak berarti di matamu
Namun sadarilah,
Aku juga punya hati
Aku juga punya jiwa
Jiwaku rapuh tanpa dirimu
Aku yang mencintaimu
Senantiasa berdo’a untuk impian yang kucita-citakan
Memilikimu
Menjadikanmu seorang yang istimewa di hidupku

22 April 2010 / 18:55

Rasaku

Sendiri
Lewati waktu yang sudah tak punya arti
Melangkah dalam gelap
Menciptakan jejak-jejak yang aku sendiri tak mengenali
Terlalu jauh aku mengembara
Yang tersisa tinggallah sepi
Jauh kucari engkau tak pula kutemui
Hingga kuputuskan untuk diam dan menanti
Dalam penantian itu kemudian
Engkau kutemukan tiada sendiri
Kupandangi kuratapi
Namun semua sudah tak punya arti
Engkau bukan milikku dan aku bukan milikmu
Ah….mungkin kau tengah bahagia
Bukan waktunya aku hadir di sini
Kutatap wajahmu
Bukan menikmati keindahan
Hanya berharap seberkas kilatan senyuman
Untuk memastikan bahwa kau benar-benar bahagia
Biarlah aku yang pergi
Biarlah
Aku tak peduli tentang luka hati yang bilang kalau aku tak bisa hidup tanpamu
Aku tak peduli
Biarlah sejuta kerinduan ini kusimpan rapi
Terkubur bersama mimpi-mimpiku tentang aku dan kamu di hari esok
Kuakui semua ini berawal dari dosaku
Meninggalkanmu untuknya
Maaf
Adalah kata yang mungkin telah basi tuk diujarkan
Untukmu
Dosaku begitu besar
Memenuhi ruang kosong yang tak pernah terisi sejak aku meningalkanmu
Ah sudahlah….
Aku ingin tersenyum
Seperti senyummu
Bersamanya

AKU DATANG KAU BERSAMANYA

Kamis, 18 Februari 2010
Ketika aku datang
Kutahu engkau telah bersamanya
Kutatap dirimu sendu
Kau berpaling
Ia tersenyum
“Kenalkan!!, kekasihku,”
Kutatap matamu
Tak kutemukan sesal sejauh ini
Aku hendak pergi
Ia tahan aku sejenak
Semakin terluka hati

Aku tahu ia adalah seorang yang hebat
Jadi aku tak ingin menangis
“Maaf, aku tak bisa lama”
Aku ingin mencari dirimu yang lain

16 Februari 2010 / 06:00

KENAPA SENYUM KITA HARUS BERAKHIR

Kenapa senyum kita harus berakhir ?
Aku bertanya dan kau berikan jawabnya
Jangan berdusta
Telingaku hendak pecah mendengar bualanmu
Kalau kau ingin pergi
Kuingin bukan begini
Ketika langit membiru
Tak pernah tiba-tiba turun hujan

Kenapa senyum kita harus berakhir ?
Jangan bisu, jangan bisu
(biar gemintang kau berikan dan kau tetap bisu,
Aku takkan pernah meninggalkanmu)
16 Februari 2010 / 15:02

MENANTIKANMU

(Inilah penantian tanpa ujung dari hati seorang wanita
Yang kehilangan cinta)
Ketika kau berpalin
Aku senantiasa menantikan kau di sini
Di sisiku
Lalu ketika semakin lama cinta memaksaku kehilangan
Aku tetap setia menanti hadirmu
Walau mungkin tak mungkin
Kepergianmu tak membuat hatiku beku begitu saja
Masih banyak asa yang sebenarnya ingin aku curahkan
Benci, dendam, bahkan rindu
Aku rindu mencintaimu
Sungguh-sungguh rindu
Bahkan kalau kau tak kembali sekalipun
Aku akan tetap di sini menantikanmu

Oleh : poppy 2 yahya , 16 Februari 2010 / 17:20

JANJI

Sabtu, 19 Desember 2009
Mari teman buat janji bukan buat candi
Tidak sulit teman, tidak sulit kawan
Tak perlu kau menyusun batu
Cukup kau menyusun kata
Berikan kelingkingmu
Biar kuberi kau kelingkingku
Tak penting adakah yang lain tahu
Adakah yang lain mau
Yang terpenting mari buat janji teman bukan buat candi
Kita kawan, kita teman
Berjanji untuk terus mengabdi pada bumi pertiwi

20 November 2009 / 20:24

BENCANA

Kamis, 19 November 2009
Sepi di luar
Gumpalan kabut mendobrak pintu rumah
Anak-anak kampung sebelah
Mengetuk pintu minta sedekah
Langit belum runtuh, langit belum runtuh
Walau bumi kadang bergetar
Di seberang sana
Seorang embah ingin mati
Memahat endiri batu nisannya

Puisi yang terselip, Oktober 2009

AKU APA ADANYA

Senin, 02 November 2009
(Satu Sajak Buat Nurma)

Berjalan mengalur pasang surut waktu
Tak berhenti namun arah tak hendak memasti
Terombang-ambing
Terbuai dasyatnya gejolak cinta mendekam asmara
Entah mengapa
Saat ia di sisiku
Semua begitu indah
Dihiasi senyum manis nan menawan
Aku tertawan dalam kurung cinta mencekam
Seakkan tak hendak berpaling
Memang ia bukan milikku
Tapi kenangan indah senantiasa bersemayan dihati nan dalam
Seakan memaksa hendak kembali
Tapi kusadar hati yang pedih takkkan terobati
Walau seribu kembang kukirimkan
Walau seribu puisi kutuliskan
Semua hanya menjadi kenangan maya tak memberi arti
Hampa
Hidup tanpanya memang bukan sebuah jalan
Tapi hidup bersamanya adalah sebuah rintangan
Entah kemana kukan berpaling
Sedang desahan nafas menembang rindu nan dalam pada dirinya
Memohon aku tuk kembali bersamanya
Padahal itu tak mungkin
Sebatas mimpi yang merasuk dalam tidur panjang tak berakhir
Kucoba berbangkit
Mengoyak kisah hidup yang sempat terjalani
Tapi saat ia kembali
Semua seakan tak ingin
Beranjak menjauh dan tak hendak pergi
Kini aku tak mampu berucap
Semua patah kata telah kudesah
Semua yang tersisa hanya rindu mendalam dan ketakutan mencekam
Antara takdir dan kehendak hati
Mana yang hendak kuraih
Mana yang hendak kupilih
Kanku biarkan seiring lalu sang waktu yang bergulir
Entah dimana kan berakhir
Mungkinkah sampai nafas tak lagi mengalir
Namun yang pasti cinta yang terukir
Takkan kunodai dengan air mata yang mengalir

Kalah Jiwa

Jiwaku kalah
Terpendar memecah sukma
Terkurung sepi hening senja hati
Menggenggam erat jemari tegang mati
Hatiku bening tegang menyuci
Walau jiwaku jatuh dan kandas
Hanyut dalam deras arus samudera lepas
Bulan berdendang dalam terang angkasa malam
Sepi sunyi lelah menanti
Aku yang kalah
Yang terbuang dari nikmat jalan tuhan
Risau terdiam mati langkah
Bintang terbayang mengerdip cahya dalam tabir gelap jiwa
Sepi sunyi risau menanti
Aku yang kalah
Yang tersesat dari jalanmu
Desir angin tipis menepis
Bayangku tenang melangkah padamu
Dan kini aku kalah
Jiwaku jatuh terhanyut deras air mata menetes
Menggeliat di tanah retak
Melantun tembang-tembang rindu
Mengemas mimpi dalam tawa
Agar kiranya jiwaku bangkit
Kembali kejalanmu

Yahya Muhaimin-MAS_DU-Pontianak, Juli 2008

AKU INGIN TERBANG

Minggu, 25 Oktober 2009
YAHYA MUHAIMIN

Aku ingin terbang
Bukan dengan sayap garuda
yang telah patah dan hanya sisa bulunya saja

Aku ingin terbang
Bukan dengan sayap enggang
yang nyawanya telah tiada

Aku ingin terbang
Melintas pelosok hutan dan rimba
yang sisa ceritanya saja

Aku ingin terbang
Kemudian bersarang di pucuk khatulistiwa
yang panasnya menjelma bak neraka

Katakanlah :
Aku ingin terbang
Dengan busur yang melesat
kemudian jatuh di surga

Terlalu bosan jika aku harus tetap hidup di dunia
Capek pulang lomba, 24 oktober 2009 / 12:08

KERISAUAN

yahya muhaimin
Kerisauanku pagi ini terbaca sudah
Lewat kikik tawa yang mengantri di lorong telinga
Lewat senyum yang entah adalah bangga
ataukah makian yang diperhalus saja

Kerisauanku pagi ini terbaca sudah
dengan serak di bawah redup lampu
dan beratus ekor serangga yang terduduk kaku

Entah…
Adakah kerisauan pagi ini telah membunuhku
Dengan senyum yang mungkin adalah banngga
Atau mungkin makian yang diperhalus saja

panggung bobrok-ku, 24 oktober 2009/ 11:34